athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Puluhan Orang Tewas setelah Insiden yang Terjadi di Komplek Resort World Manila

WARTANUSA.ID – Puluhan orang tewas setelah seorang pria bersenjata masuk secara paksa dan berbuat onar di dalam sebuah kasino di ibukota Filipina, Manila, mengeluarkan tembakan dan melakukan percobaan perampokan dengan mencoba merampok meja-meja permainan di dalam kasino tersebut, menurut para pejabat Kepolisian. Serangan tersebut terjadi sesaat sesudah tengah malam (16:00 GMT) di kompleks Resorts World Manila, kata polisi pada hari Jumat (02 Juni 2017), menambahkan bahwa semua korban meninggal karena tersedak dan menghirup asap.

“Tiga puluh enam korban meninggal, hal ini karena disebabkan oleh sesak napas,” kata kepala polisi Manila Oscar Albayalde kepada CNN Philippines.

Saluran berita ANC menyebutkan korban tewas di 34, mengutip sumber di Bureau of Fire Protection. Polisi sebelumnya mengatakan bahwa setidaknya 25 orang terbunuh dalam apa yang mereka gambarkan sebagai usaha perampokan yang gagal. Pria bersenjata tak dikenal itu akhirnya memilih untuk bunuh diri dan mati setelah menembaki perwira bersenjata dan membuat beberapa meja terbakar, menurut polisi.

Baca Juga  Hasil Liga Champions Eropa: Grup A, Berakhir Damai-Peace!

“Dia berbaring di tempat tidur, menutupi dirinya dengan selimut tebal dan rupanya menyiram bensin,” Ronald dela Rosa, kepala polisi nasional, mengatakan kepada wartawan, menambahkan bahwa senapan mesin dan senapan kaliber kecil ditangkap dengan penyerang. .

Albayalde, kepala polisi Manila, mengatakan bahwa penyerang itu kemungkinan orang asing.

“Dia terlihat asing, dia berbicara bahasa Inggris, besar dan berkulit putih, jadi dia mungkin orang asing,” kata Albayalde.

Kompleks kasino yang menjadi target serangan ini berada sangat dekat dengan Bandara Internasional Ninoy Aquino dan pangkalan angkatan udara Filipina.

Keamanan tinggi

Filipina mendapat peringatan keras di tengah krisis di bagian selatan negara tersebut, di mana tentara telah memerangi pemberontak yang terkait dengan ISIS sejak 23 Mei di Kota Marawi, sekitar 800km selatan Manila.

Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer di pulau selatan Mindanao pekan lalu dan memperingatkan bahwa daerah tersebut telah menjadi tempat berlindung bagi para pendukung dan pejuang ISIS yang melarikan diri dari Irak dan Suriah. Berdasarkan anggapan inilah akhirnya Presiden memilih untuk menerapkan martial law bagi region yang mayoritas berpenduduk muslim. [RZ]

Facebook Comments

more recommended stories

Share This
%d bloggers like this: