athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

PBB Tuntut Amerika Serikat untuk Patuhi Kesepakatan Iklim

WARTANUSA.ID – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak pemimpin dunia untuk meningkatkan ambisinya dalam melaksanakan kesepakatan iklim yang ditandatangani di Paris, meskipun Amerika Serikat mempertimbangkan untuk menarik diri dari kesepakatan pemotongan emisi tersebut.

Dengan penyampaian pidato pertamanya mengenai iklim sejak memimpin PBB sejak lima bulan yang lalu, Guterres mengatakan bahwa “sangat penting” bagi seluruh negara untuk menerapkan kesepakatan Paris 2015 “dengan menunjukkan usaha dan ambisi yang meningkat”.

Amerika Serikat termasuk di antara 147 negara dan partai yang telah meratifikasi kesepakatan tersebut, namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyuarakan kekhawatiran bahwa kesepakatan yang ditandatangani oleh pemerintah Amerika Serikat sebelumnya dapat membahayakan ekonomi Amerika Serikat.

“Kami percaya bahwa penting bagi Amerika Serikat untuk tidak meninggalkan kesepakatan Paris,” kata Guterres menanggapi sebuah pertanyaan yang mengikuti pidatonya di New York University.

“Tetapi bahkan jika pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk meninggalkan kesepakatan di Paris, ini sangat penting bagi masyarakat Amerika Serikat secara keseluruhan – kota-kota, negara bagian, perusahaan, bisnis – untuk tetap terlibat. Sangat jelas bahwa pemerintah bukanlah segalanya. “

Baca Juga  Gereja di Filipina Dibom Saat Misa Natal, Enam Belas Orang Terluka

Pada pertemuan puncak kelompok ekonomi terkemuka G7 selama akhir pekan ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak untuk bergabung dengan enam pemimpin lainnya dalam berjanji untuk melaksanakan kesepakatan Paris tersebut dan mengatakan bahwa dia akan mengumumkan posisi Amerika Serikat minggu ini.

Guterres mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa terlibat dengan pemerintah Amerika Serikat dan Kongres untuk mencoba meyakinkan mereka agar mematuhi kesepakatan tersebut.

Seruannya menyarankan jika Amerika Serikat – penghasil karbon terbesar di dunia setelah China – akan mundur dari kesepakatan tersebut, maka tanggung jawabnya adalah pada pemain kunci lainnya seperti China, India, dan Uni Eropa untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi pemanasan global.

Komitmen kesepakatan Paris untuk mengurangi emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu di bawah 2 derajat Celcius dan sedekat mungkin dengan 1,5 derajat “hampir tidak cukup untuk dikatakan baik”, kata Guterres.

“Jadi kita harus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan ambisi dan tindakan sampai kita bisa melengkungkan kurva emisi dan memperlambat pemanasan global,” katanya.[RZ]

Facebook Comments

more recommended stories

Share This
%d bloggers like this: