athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Miris! Dulu Memperjuangkan Kemerdekaan, Kini Para Pahlawan Ini Justru Sengsara di Masa Tua

Banyak sekali hal yang menjadi bahasan atau renungan di saat bulan kemerdekaan. Salah satunya mengenai jasa pahlawan. Tak banyak dari kita yang tahu bahwa sejatinya orang-orang selain pahlawan dalam buku sejarah pun layak disebut pejuang. Misalnya saja para anggota militer bahkan rakyat sipil. Banyak sekali pejuang-pejuang itu yang turut berjasa dalam perang demi menyuguhkan kemerdekaan bahkan ketika melawan negara lain karena perebutan wilayah.

Namun nama para pejuang tersebut tak banyak didengar orang. Meski ada yang mengenal dan membenarkan tentang perjuangan mereka pun saat ini tak bisa menjamin kemakmuran. Ya, pejuang-pejuang yang kini lanjut usia harus rela bersusah payah demi keberlangsungan hidupnya dan keluarga. Ada yang karena uang pensiun tak mencukupi hingga yang benar-benar luput dari perhatian pemerintah. Mereka yang telah jauh dari perjuangan melawan penjajah kini harus tetap berjuang demi keluarga.

Emin Dudung

Emin merupakan seorang veteran yang dulunya pernah mengikuti latihan Heiho di jaman penjajahan Jepang. Begitu Indonesia telah benar-benar merdeka tak lantas membuat Emin bersantai ria. Bahkan hingga di usia senjanya, beliau tak ingin diam bermalas-malasan. Menggantungkan hidup dengan modal sebuah timbangan badan dan sisa tenaga, beliau berkeliling menyewakannya. Meski apa yang dialaminya sebagai veteran yang seharusnya layak dapat tunjangan itu tak membuatnya mengeluh dan justru bangga karena tidak mendapat belas kasih sebagai peminta-minta.

Baca Juga  Akibat Masalah Sepele, Wartawan di Langsa Bersimbah Darah Dan Harus Dilarikan Kerumah Sakit

Rohadi

Rohadi, warga Trengguli III No 21 Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, adalah seorang veteran perang tepatnya anggota Dwikora yang dulu pernah ikut berjuang mempertahankan Tanjung Pinang dari rebutan negara tetangga, Malaysia. Namun setelah kemenangan, jasa Rohadi seolah kian samar. Meski mendapat uang pensiun nyatanya tak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga. Sehingga beliau pun mencari tambahan penghasilan dengan bekerja sebagai pengayuh becak. Tenaga tuanya memang tak seberapa daripada ketika masih menjadi pejuang, namun semangat dan tekad dalam hati tak kalah membaranya. Beliau bahkan mengaku bahwa banyak rekan seperjuangannya yang bernasib sama seperti menjadi tukang parkir, tukang becak, hingga hidup terkatung-katung. Harapannya adalah semoga pemerintah dapat dengan baik mengelola negara, jujur, bermatabat, dan lebih memperhatikan kelayakan hidup pejuang veteran.

Silam

Nasib pejuang veteran yang tinggal di Desa Pelang, Lamongan, ini pun memprihatinkan. Di masa tuanya beliau rela bersusah payah memenuhi kebutuhan keluarga karena uang pensiun sebesar Rp 600 ribu per bulan tak mampu mencukupinya. Dengan bekerja sebagai tukang sapu lah beliau berharap besar bisa sedikit membantu. Namun tugas membersihkan halaman-halaman kantor pemerintah dan halaman gereja yang terletak di balai desa pun ternyata tak seberapa yaitu sebesar Rp 20-30 ribu saja per bulannya. Beliau berharap pemerintah mau memperhatikan nasibnya sebagai pahlawan bangsa.

Baca Juga  Aditya Surya, “Dokter OZ” Baru yang Nggak Kalah Ganteng Dari Ryan Thamrin

Letnan Anwar

Dulunya Anwar adalah Komandan Kompi 3 Sumatera Selatan berpangkat Letnan Satu. Beliau alumni Sekolah Sembilan yang fasih berbahasa Inggris, Jepang, dan Belanda juga pernah bekerja sebagai kelasi kapal berbendera Jerman Barat. Namun prestasi bahkan banyaknya pengalaman perang dan penderitaan yang beliau alami dahulu kala tak membuatnya hidup makmur di masa merdeka. Terlebih di usia tua, beliau berakhir menjadi pengemis dan hidup terlunta-lunta. Meski tak mendapat tanda jasa maupun lencana kehormatan, hingga di akhir hayat pun beliau tetap teguh pada rasa nasionalismenya.

Dari pahlawan dan pejuang yang berperang demi negara, sebenarnya banyak pula orang yang layak dinyatakan sebagai pahlawan. Sebut saja para atlet yang berhasil membawa nama Indonesia di kancah kompetisi dunia dan mempersembahkan piala sehingga disebut pahlawan olahraga. Juga para pekerja Indonesia di luar negeri yang diberi sebutan pahlawan devisa, dan lain sebagainya. Semua perjuangan pahlawan tersebut haruslah mendapat perhatian yang layak dan dukungan yang positif dari pemerintah maupun warga Indonesia. Dan satu hal lagi yang penting adalah perjuangan mereka patut diteladani dan dijadikan sebagai motivasi.

Facebook Comments

more recommended stories

Share This