athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Meriah! Inilah 4 Hal yang Jadi Sorotan Ketika Upacara HUT RI 2017 di Istana Merdeka

Presiden Joko Widodo (kanan) di dampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) serta Wapres Jusuf Kalla (tengah) memberi hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Seluruh rakyat Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan ke-70 RI. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/15.

Upacara Kemerdekaan yang dilaksanakan tiap tanggal 17 Agustus memang menjadi kewajiban bagi pelajar dan aparatur negara. Namun bagaimana dengan warga sipil? Mayoritas turut melaksanakan dan ada pula yang tidak. Bagi yang tidak melaksanakan masih bisa mengikuti jalannya upacara melalui media televisi.

Bagi stasiun televisi swasta, upacara kemerdekaan patut ditayangkan. Selain sebagai wujud keikutsertaan memperingati kemerdekaan tentunya untuk memberi sajian yang baik bagi para warga. Terlebih di tahun 2017 ini, stasiun televisi swasta mayoritas memang menayangkan upacara yang dihelat di Jakarta tepatnya Istana Merdeka. Segala tahapan dan serba-serbi upacara tak luput dari sorotan kamera. Termasuk 4 dari kesekian hal berikut dalam upacara tersebut yang paling mendapat sorotan utama.

Kirab Budaya di Monumen Nasional

Kirab yang dilakukan di Monas merupakan kegiatan mengambil dan membawa duplikat bendera pusaka dan teks proklamasi Indonesia dengan diarak kereta kencana Ki Jaga Raksa. Kegiatan ini cukup menjadi perhatian publik karena keunikan serta kekhidmatannya. Selain itu ada pula hiburan meriah di sana seperti halnya pawai budaya. Begitupun setelah upacara penurunan bendera pada sore hari, bendera pusaka dan teks proklamasi akan kembali dikirab ke tempat penyimpanannya berada yaitu Monumen Nasional Indonesia. Selain petugas utama, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah warga sipil, anggota TNI-Polri, serta perwakilan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan mengenakan pakaian adat dari beragam daerah di Indonesia.

Baca Juga  Pemuda Pancasila Gelar Hearing Dengan DPRD Parepare

Karnaval Fashion

Begitu arak-arakan kirab tiba di lapangan Istana Merdeka, yang menjadi sorotan kamera adalah karnaval fashion. Para peserta fashion melenggang di depan para tamu undangan mempertunjukkan kostum unik nan mempesona karya anak bangsa yang mereka kenakan dengan bermacam tema dari beberapa daerah Indonesia. Ada kostum yang bertemakan wajah barong yang identik dengan Bali, kostum bertema Papua berupa rumbai-rumbai mirip bulu Cendrawasih, kostum bertema Sumatera dimana sang pemakai mengenakan semacam miniatur Rumah Gadang sebagai penutup kepala, ada pula kostum khas bentuk stupa Borobudur, dan masih banyak lainnya. Kostum-kostum yang tampil di Istana Merdeka tersebut adalah pemenang beberapa kompetisi fashion dunia.

Paskibraka

Tak diragukana lagi, sejak dulu hingga kapanpun sosok para anggota Paskibraka Negara ini tak luput dari sorotan publik. Hal itu dikarenakan para anggota tersebut benar-benar pemuda-pemudi pilihan. Untuk menjadi anggota haruslah mengikuti seleksi ketat hingga berhasil. Bukan hanya dipilih karena postur yang sesuai namun juga karena kepandaian serta prestasinya. Setelah lolos seleksi pun tak lantas bersuka ria karena latihan keras harus dijalani demi kesuksesan pelaksanaan upacara. Sehingga pada akhirnya mereka akan dikenal sebagai pemuda-pemudi membanggakan pengharum nama daerahnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Pemuda Pancasila Himbau Para Kandidat Untuk Tidak Pasang Poster Di Pohon

Dari ke-68 anggota, yang paling menjadi sorotan biasanya pemudi pembawa baki. Tahun ini tanggung jawab baki bendera ada di tangan Fariza Putri siswi SMAN 1 Blitar yang mewakili Jawa Timur serta perwakilan Provinsi Maluku Utara yaitu siswi SMAN 6 Halmahera Utara bernama Stephany Salamena sebagai pembawa baki cadangan. Selain itu yang menjadi sorotan adalah tiga pemuda pengibar bendera. Yaitu Rahmat Hersa Widiatmoko perwakilan Kalimantan Barat sebagai Komandan Kelompok, Agus Putra perwakilan NTB sebagai pengerek, dan Rianto Fajriansyah perwakilan Bengkulu sebagai pembentang bendera.

Tamu Undangan

Presiden Joko Widodo (kanan) di dampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) serta Wapres Jusuf Kalla (tengah) memberi hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Seluruh rakyat Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan ke-70 RI. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/15.

Sudah sangat kita ketahui bahwa yang menjadi tamu kehormatan di upacara kemerdekaan Istana Merdeka adalah para pejabat negara seperti menteri, anggota DPR, anggota MPR. Selain itu ada pula masyarakat umum, para duta besar dari negara-negara sahabat, ulama-ulama, bahkan tampak beberapa mantan presiden RI beserta keluarga turut hadir. Yang menarik dari para undangan tahun ini adalah mereka wajib mengenakan pakaian tradisional. Presiden Joko Widodo selaku Inspektur Upacara mengenakan busana adat Banjar dan Ibu Iriana Joko Widodo mengenakan busana Minangkabau, para duta besar negara sahabat mengenakan busana tradisional negara mereka. Presiden Jokowi bukan tanpa alasan meminta para undangan mengenakan pakaian tradisional. Adalah untuk mengingatkan keberagaman rakyat Indonesia, bahkan beliau mengumumkan lima pemenang pakaian adat untuk dihadiahi sepeda.

Baca Juga  RSUD. Andi Makkasau Terapkan Sistem Antrian Baru

Banyak sekali komentar positif mengenai pelaksanaan upacara kemerdekaan di Istana Merdeka tahun 2017 ini. Mulai dari kemeriahannya hingga keunikan dan ide presiden mengenai keberagaman. Melalui kemerdekaan semoga Indonesia semakin jaya dan jauh dari perpecahan bangsa.

Facebook Comments

more recommended stories

Share This