athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

KPAI Mengutuk Keras Penganiayaan Guru Terhadap Siswa SMP Pangkal Pinang

penganiayaan murid di pangkal pinang

Pangkal Pinang – KPAI mengutuk keras terjadinya penganiayaan siswa oleh oknum guru berinisial M di salah satu SMP di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah ini dipicu hal sepele, karena ananda korban dianggap “kurang ajar” dengan sengaja memanggil nama si guru tanpa menggunakan kata “Pak”.

Siswa SMPN berinisial RHP kini terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkal Pinang setelah menjadi korban pemukulan guru tersebut. “Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar di tampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” ujar Retno Listyarti, komisioner KPAI bidang pendidikan.

Lanjut Retno,”Selain sadis, oknum guru ini pun melakukan aksi kekerasannya dihadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain, tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksi kekerasannya, bahkan terjadi juga pelemparan kursi. Oknum Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus di evaluasi secara kepegawaian oleh Dinas terkait apakah masih patut menjadi seorang guru”.

Baca Juga  Tewas Lantaran Memperbaiki Tower Radio Masjid

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun serta kesaksian sejumlah sahabat korban aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru yang mengajar mata pelajaran matematika ini, bermula ketika korban dengan sengaja mengejek guru tersebut, dengan langsung memangil nama tanpa menggunakan sapaan “pak” saat melewati kelas lain yang sedang diajar oleh pelaku setelah kelas korban selesai pelajaran olahraga di lapangan.

Keisengan ananda korban tersebut kemudian berbuah penganiayaan karena pelaku kemudian mencari siapa murid yang manggil namanya. Lalu anak korban mengaku dia yang memanggil, saat itu juga aksi pemukulan dan pembenturan kepala ke dinding terjadi.

Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah, dan pihak keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Air Itam dan mendapatkan oksigen. Namun karena ananda korban merasakan pusing terus, maka keluarga kemudian membawa ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lantaran sempat pingsan setelah terkena pukulan. Akibat penganiayaan tersebut, ananda korban di rawat RSUD Depati Hamzah. Pihak keluarga tidak terima atas penganiayaan ini dan kemungkinan akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Baca Juga  Biaya Pengurusan STNK dan BPKB Naik Sampai 3 Kali lipat!

Dalam kasus penganiayaan tersebut, negara harus hadir dalam penegakan hukum serta melindungi siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah ungkap Retno, oleh sebab itu KPAI telah mengeluarkan beberapa Resolusi, yang pertama KPAI hari ini akan melakukan pengawasan langsung dengan menemui Mendikbud RI dan jajarannya di Kantor Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan pada senin, 6 November 2017, sekitar jam 11.15 wib.

Pertemuan dengan jajaran pejabat Kemdikbud sangat mendesak karena dalam 4 bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di pendidikan. Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34% dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengahan Juli – awal November 2017. Adapun wilayah kejadian meliputi Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padang Sidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh dan lain-lain.

Pertemuan dengan jajaran Mendikbud penting dilakukan untuk melakukan koordinasi secara penanganan kepegawaian bagi guru pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah juga penting dilakukan terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA).

Baca Juga  Waspada, Lampu Lalu Lintas Error Di Jalan Karaeng Burane

Yang kedua, KPAI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA, Dinas PPA (Perempuan dan Perlindungan Anak) dan P2TP2A Pangkal Pinang untuk membantu pemulihan trauma healing bagi ananda korban secara psikologis. Serta tindak lanjut yang ketiga, jika diperlukan pendampingan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), apabila keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum maka KPAI juga siap berkoordinasi dengan LPSK, ucap retno diakhir penjelasannya.

 

Facebook Comments

more recommended stories

Share This
%d bloggers like this: