athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Ransomware Serang Indonesia, Kemkominfo: Ini Teroris Siber!

Wartanusa.id – Berita mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui siaran persnya yang mengatakan agar masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan malware khususnya ransomware terutama jenis WannaCRY. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan yang mengatakan jika Indonesia kini darurat serangan ransomware.

Bukan tanpa sebab, pasalnya berdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo serangan ransomware tersebut terindikasi terjadi di rumah sakit besar di Indonesia diantaranya umah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.

Akibatnya, kegiatan medis terhambat karena data pasien yang terekam di jaringan komputer rumah sakit tak bisa diakses. Dikhawatirkan ransomwaree jenis WannaCRY ini akan semakin meluas hingga melumpuhkan kegiatan pada sektor lain.

Semuel membeberkan bahwa ransomware merupakan malware yang sangat berbahaya. Cara kerja malware ini adalah menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Lanjut pria yang diakrab Sammy ini menjelaskan ransomware mengincar PC berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Tak hanya Indonesia, serangan ransomware jenis ini sudah lebih dahulu menyerang beberapa negara lainnya.

Baca Juga  Qalam Sebar Virus Literasi Lewat Diskusi
Ransomware WannaCRY
Tampilan PC yang terkenal Ransomware WannaCRY ~ kominfo.go.id

Komputer yang terindikasi ransomware WannaCry akan menampilkan tampilan yang memberitahukan bahwa file di PC atau komputer tersebut telah dienkripsi dan meminta dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi.

Dana tebusan yang diminta juga tidak main-main yakni dengan pembayaran bitcoin yang setara dgn 300 dollar Amerika. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Disamping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Saat ini, WannaCry sudah tersebar di 100 negara dengan puluhan ribu korban. Tercatat di Inggris, ada 16 rumah sakit yang sejauh ini terindikasi sebagai korban WannaCry.

Tak seperti ransomware lain yang kerap memanfaatkan cara phising e-mail, Ransomware WannaCry akan menyebar otomatis ke komputer-komputer yang berada dalam satu jaringan.

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menghimbau saat ini cara termudah  yang bisa dilakukan adalah mematikan jaringan internet yang terhubung dengan komputer. Setelah itu komputer pun bisa dihidupkan dan segera lakukan backup data penting yang ada di masing-masing komputer atau server.

“Untuk sementara, kabel jaringan cabut, WiFi matikan sementara, sampai nanti data yang penting di-copy dahulu. Paling mudah itu dulu,” ujar Rudiantara.

Baca Juga  PMII Sulsel Datangi Kapolda, Ada Apa Yah?

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan langkah-langkah pencegahan ransomware jenis WannaCRY ini sudah tersedia di halaman resmi kominfo yang bisa dicek di link ini. Namun jika dalam upaya pencegahan ada kesulitan. Kemkominfo dengan siap membantu untuk konsultasi secara online bisa mengakses nomoreransom.org. Jika diperlukan informasi dan saran teknis, juga bisa mengirimkan e-mail ke incident@idsirtii.or.id.

 

 

Facebook Comments

more recommended stories

Share This