wholesale jerseys cheap jerseys blank football jersey wholesale cheap soccer jerseys wholesale wholesale cheap nfl jerseys blank soccer jerseys wholesale long sleeve soccer jerseys wholesale adidas soccer jerseys wholesale nfl elite jersey wholesale nfl nike jerseys wholesale cheap authentic mlb jerseys wholesale
Published On: Fri, Jun 9th, 2017

Kesal Asmara Gelapnya Diberitakan, Oknum Anggota Dewan Ancam Wartawan di Aceh Timur

Share This
Tags

Wartanusa.id – Kembali berita miring menghinggapi wakil rakyat kali ini datang dari salah seorang oknum anggota dewan di Aceh Timur yang harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah menganiaya seorang wartawan. Adalah oknum anggota dewan Aceh Timur berinisial MZR yang telah melakukan kekerasan terhadap Iskandar, wartawan Pikiran Merdeka.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (8/6) di rumah korban. Kronologis kejadiannya pelaku (oknum anggota dewan) datang bertamu ke rumah korban untuk mengajak korban untuk bersedia datang ke rumah pelaku, namun korban menolak, namun  yang terjadi justru sang oknum malah mengancam dan mencekik leher korban.

“Dia (pelaku), mengancam akan membakar mobil saya melalui telepon seluler dan menjelang berbuka puasa, oknum anggota dewan tersebut datang ke rumah saya mengajak agar saya bersedia datang ke rumahnya, namun saya menolak ajakan tersebut, lalu ia mencekik leher saya di depan anak dan istri saya ” ujar Iskandar kepada Wartanusa, saat dirinya melapor di Mapolsek Idi, Aceh Timur.

Mendapat perlakuan buruk tersebut, Iskandar tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut dengan didampingi rekan-rekan wartawan Aceh Timur.

Usut punya usut, kejadian ini ada kaitannya dengan berita yang terbit di Media Pikiran Merdeka edisi 172 halaman 18 dengan judul  “Asmara Gelap Pak Dewan Berbuntut Panjang” yang ditulis oleh Iskandar yang memojokkan nama MZR selaku anggota dewan.

Merasa nama baiknya tercemar, MZR berniat menemui Iskandar untuk mengklarifikasi berita tersebut, namun apadaya emosi yang sudah berada di puncak tidak lagi tertahankan.

“Saya mencari dia (Iskandar) untuk mau klarifikasi berita tersebut, saya tidak pernah mengancam dirinya. Dengan tegas saya katakan saya tidak mengancam Iskandar, namun saat saya datang ke rumahnya untuk mengajak dia ke rumah saya, karena saya sudah emosi saya sempat memegang lehernya ”kata MZR kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, Kapolsek Idi Rayeuk AKP Didik. S, kepada sejumlah wartawan Aceh Timur membenarkan bahwa dirinya telah menerima laporan dugaan pengancaman dari korban Iskandar yang merupakan Wartawan dari Media Pikiran Merdeka yang bertugas di Aceh Timur.

“Ya tadi kita benarkan adanya laporan dugaan pengancaman, dari Iskandar selaku pelapor atas ancaman dari salah-seorang anggota DPRK Aceh Timur ” papar Kapolsek.

Kejadian buruk yang dialami pers ini mendapatkan kecaman keras dari Ketua Setwil Forum Pers Independen Indonesia ( FPII) Aceh, Ronny, yang mengecam  aksi pengancaman serta tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota DPRK Aceh Timur tersebut.

” Wartawan itu bertugas dilindungi undang – undang demi kepentingan publik, maka penegak hukum wajib proses kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Tanggapan senada juga dilontarkan Ketum PPWI, Wilson Lalengke yang meminta aparat kepolisian setempat agar segera memproses tindak pidana pengancaman yang dialami oleh anggota PPWI.

“Polisi haru bekerja sebaik-baiknya dalam menangani kasus ini sesuai motto Polri yakni Promoter (Professional, Modern, Terpercaya),” ujarnya.

Lebih lanjut, jurnalis senior yang juga alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 itu juga meminta solidaritas dari wartawan Aceh Timur dalam mengawal kasus yang dialami oleh Iskandar ini.

“Teman-teman PPWI se-Aceh, lintas profesi, harap waspada dalam membantu rekan PPWI kita Pak Iskandar dalam menghadapi pengancaman dan teror dari oknum beserta kelompoknya,” pesannya.

(as)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>