athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

China akan bermain melawan Korea Selatan di final Piala Sudirman

WARTANUSA.ID – Juara bertahan Republik Rakyat China akan menghadapi Juar tiga kali juara Korea Selatan di final kompetisi tim campuran Piala Sudirman setelah melawan tantangan ketat dari pebulutangkis Jepang di Gold Coast Australia pada hari Sabtu.

Pemenang titel 10 kali itu membutuhkan kemenangan dalam pertandingan kelima dengan mengandalkan pasangan ganda putri Chen Qingchen dan Jia Yifan untuk memastikan kemenangan 3-2 atas finalis 2015 Jepang. Pasangan Chen dan Jia menang 21-12, 21-19 atas duo Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi setelah pertandingan ketat selama 49 menit.

Korea Selatan, yang mengalahkan China untuk merebut gelar Sudirman Cup terakhir di Eindhoven pada 2003, memenangkan semifinal lainnya 3-1 atas Thailand. Jepang merebut kemenangan atas China sepanjang pertandingan dengan kemenangan di ganda campuran melalui Yuta Watanabe dan Arisa Higashino 21-12, 14-21, 21-19 atas pasangan China Zheng Siwei dan Chen Qingchen dan di tunggal putri bersama Akane Yamaguchi atas Sun Yu 21-17 , 21-15.

Baca Juga  Kualifikasi Piala Dunia 2018: Jerman dan Azerbaijan Memimpin Grup C

Juara Olimpiade dua kali dan juara dunia lima kali Lin Dan mengalahkan Kenta Nishimoto 21-19, 21-16 di sektor tunggal putra sementara Li Junhui dan Liu Yuchen membawa ganda putra China menang 23-21, 21-16 atas Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda.

Ini akan menjadi kesekian kalinya bagi kedua negara untuk tampil difinal dan apabila nantinya Korea Selatan dapat mengalahkan China, maka ini akan menjadi kemenangan mereka pertama kali semenjak tahun 2003 silam dan akan menjadi penghargaan tersendiri bagi dunia bulutangkis Negeri Gingseng ini mengingat kali ini adalah pertama kalinya tim bulutangkis Korea Selatan tampil tanpa beberapa nama besar dalam timnya.

Pergeseran generasi sangat terasa terjadi di kubu Korea Selatan setelah beberapa pemain seniornya memilih untuk tidak ikut serta di kancah Piala Sudirman tahun ini. Berbeda dengan lawannya di Final, China yang selalu melakukan pengembangan dan memberikan jam terbang pada pemain muda mereka untuk mengikuti kompetisi dibawah naungan badan bulutangkis dunia, BWF guna menjaga kesinambungan ketersedian pemain dengan pengalaman dimasa yang akan datang. Meskipun banyak kritik yang muncul bagi Lin Dan yang dianggap telah terlalu lama berada di tim China sehingga tertutupnya kesempatan bagi pemain muda. [RZ]

Baca Juga  Hasil Liga Champions Eropa: Drama 5 Gol di Allianz Arena, ATM Permalukan PSV di Philips Stadion!

Facebook Comments

more recommended stories

Share This
%d bloggers like this: