athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Arogan! Ditegur Karena Tak Pakai Helm, TNI ini Malah Balas dengan Pukulan

Bicara soal kriminalitas, sesungguhnya tak hanya orang biasa yang dapat melakukan. Karena siapa sangka, oknum-oknum penegak hukum bisa melakukannya juga. Pastinya kita masih ingat dengan jelas tentang kasus pemukulan terhadap personel Aviation Security atau Avsec di Bandara Sam Ratulangi Manado yang dilakukan oleh JW (46) yang merupakan istri pejabat. Selain itu, kasus pemukulan serupa pernah terjadi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta oleh oknum TNI.

Kasus tersebut menjadi perbincangan ramai karena menganggap perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota TNI. Namun ternyata ulah tak menyenangkan oknum TNI kembali terjadi baru-baru ini. Dalam sebuah video yang beredar tampak seorang berseragam TNI yang mengenakan jaket cokelat memarahi seorang Polantas di tengah jalan. Sehingga beritanya langsung viral dan menuai banyak kecaman.

Kronologi Kejadian

Kamis, 10 Agustus kemarin tepatnya menjelang maghrib, suasana di sekitar Jalan Sudirman depan Ramayana mendadak ramai. Pasalnya, ada oknum TNI yang tengah mengamuk seorang anggota Sat Lantas Polresta Pekanbaru yaitu Bripda Yoga Vernando. Awalnya Bripda Yoga yang sedang berpatroli kelancaran arus lalu lintas beriringan dengan seorang oknum TNI yang tidak mengenakan helm. Namun Bripda Yoga tidak menegur maupun memberhentikannya.

Baca Juga  Berhasil Ditangkap, Ini Dia Identitas Pelaku Pembunuhan Sadis Pulomas

Tak disangka oknum TNI tersebut mengejar dan menabrak motor Bripda Yoga dari belakang. Ia turun lantas marah-marah dan memukul helm Bripda Yoga dengan keras sebanyak 4 kali. Bahkan ia sempat pula menendang motor Bripda. Alhasil kejadian itu menjadi tontonan orang-orang di jalan. Bripda Yoga tak terpancing amarah dan memilih untuk meninggalkan tempat kejadian.

Permintaan Maaf

Ulah oknum TNI yang diketahui bernama Wira Sinaga tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto. Beliau mengatakan bahwa korban pemukulan adalah anggota Polantas-nya yang sedang patroli rutin sore itu. Beliau pun memberitahukan bahwa pada pukul 19.30 WIB, Kapten Latif selaku Katim Intel Korem Wira Bima Pekanbaru datang untuk meminta maaf langsung kepada Bripda Yoga.

Alami Gangguan Kejiwaan

Kolonel Edi Hartono selaku Kapendam I Bukit Barisan mengkonfirmasi kebenaran kejadian itu bahkan mengatakan bahwa oknum TNI tersebut mengalami gangguan kejiwaan atau stress. Beliau menjelaskan bahwa yang bersangkutan sekiranya 4 bulan sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit terkait gangguan kejiwaannya.

Baca Juga  Hasil Liga Champions: Tottenham Dipermalukan Monaco, Leverkusen dan CSKA Berakhir Imbang!

Tanggapan TNI AU dan Instagram yang Banjir Hujatan

Video yang viral tersebut tak lepas dari nyinyiran komentar netizen. Mayoritas komentar mereka berisi kecaman. Bahkan unggahan video tersebut di sebuah akun twitter mendapat tanggapan dari akun TNI Angkatan Udara, @_TNIAU. Akun tersebut menyayangkan tindakan tak pantas itu. “Nanti akan ditindaklanjuti oleh rekan kami @Puspen_TNI, seharusnya hal memalukan ini tidak boleh terjadi.” Tak pelak akun media sosial oknum TNI tersebut menjadi sasaran netizen. Postingan foto tahun 2016 di akun Instagramnya banjir hujatan. Ada yang menyebutnya arogan, sok jagoan, memalukan, lagak preman pasar, dan komentar-komentar lain.

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara yang semestinya melindungi dan mengayomi memang sangat disayangkan. Namun sejatinya perlu diketahui dulu duduk perkara dan kondisi jiwa pelakunya sebelum berkomentar negatif. Selain itu masih banyak pula oknum-oknum yang masuk berita karena tindakan baiknya. Jadi janganlah menjadikan keburukan oknum sebagai alat pemecah persatuan.

Facebook Comments

more recommended stories

Share This