athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Amerika Serikat Kirim Bantuan Senjata ke Kelompok YPG Kurdi di Suriah

WARTANUSA.ID – Amerika Serikat mulai melakukan pengiriman senjata ke pejuang Kurdi yang memerangi Negara Islam Irak dan kelompok Levant di Suriah utara, meskipun ada kekhawatiran dari sekutu NATO di Turki. Pentagon mengatakan pada hari Selasa bahwa pengiriman senjata tersebut akan dimulai menjelang serangan yang akan datang untuk merebut kembali Raqqa, ibukota de facto ISIS di Suriah utara yang telah diambil alih oleh pasukan dukungan koalisi.

“Kami telah mulai melakukan pengiriman senjata dan kendaraan kecil ke elemen Kurdi” dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kata juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway. Senjata yang telah dikirim ke Unit Perlindungan Rakyat Kurdi SDF (YPG) mencakup senjata AK-47 dan senapan mesin kaliber kecil, tambah Rankine-Galloway.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal bulan ini menyetujui pengiriman senjata untuk pejuang YPG Kurdi di Suriah, tanpa memperdulikan peringatan dan kemarahan Turki. Pentagon mengatakan bahwa YPG adalah “satu-satunya kekuatan di lapangan yang berhasil merebut Raqqa dalam waktu dekat ini  menjelang serangan yang akan datang”.

Tidak ada reaksi segera dari Turki sehubungan dengan dimulainya pengiriman senjata-senjata tersebut dari Amerika Serikat. Pejabat Turki sebelumnya telah memberi peringatan kepada Amerika Serikat bahwa keputusan untuk mempersenjatai pasukan Kurdi yang memerangi ISIS di Suriah bisa di akhiri dengan kerugian bagi Washington.

Ankara mengatakan bahwa pejuang YPG yang terkait dengan Aksi separatis Partai Buruh Kurdistan (PKK) di Turki, yang telah melakukan kampanye bersenjata sejak 1984 yang telah menewaskan lebih dari 40.000 orang di Turki.

Turki menganggap pasukan Kurdi sebagai “teroris” dan khawatir dengan senjata yang dikirim ke YPG bisa berakhir di tangan PKK. Pada bulan Agustus 2016, Ankara meluncurkan operasi militernya sendiri di Suriah, yang menargetkan kelompok ISIS dan Kurdi, yang disebut Perisai Efrat.

Erdogan mengkritik pendahulu Presiden Amerika Serikat Trump, Barack Obama, mengenai sebuah kesepakatan yang telah dibuat dulu antara Amerika Serikat dengan Turki untuk melawan apa yang di sebut sebagai “kelompok teroris” yang beroperasi di Turki sesuai dengan kesepakatan kedua negara. [RZ]

Facebook Comments

more recommended stories

Share This